That Love Is All And Love Is Everyone It's Knowing

"Chinese Food" adalah makanan khas Indonesia

Bukan, tidak hendak ikut-ikutan maling budaya. Rakyat Indonesia, meski lebih miskin daripada Malaysia, tapi masih tahu adab dan etika dalam hal ini.


Ketika anda mendengar tentang 'Chinese Food', apa yang pertama kali mencantol pada ingatan anda? Tidak sulit unbtuk ditebak; capcay, fu yung hai, ayam cah jamur dan variasinya, udang asam manis dan sebangsanya, tim ayam, dan semacamnya.
Tapi tahukah anda, jika anda pergi ke Cina -bagian yang mana saja karena sangat luas; anda akan sulit sekali mendapatkan makanan-makanan tersebut. Paling tidak, pengalaman saya pribadi, sekitar tujuh tahun tinggal di Cina (Hong Kong SAR) -rumah kami di sekitar perbatasan dengan Mainland China, saya TIDAK PERNAH menemukan SALAH-SATUpun dari makanan-makanan tersebut di Cina.

Orang Cina sungguh pandai dalam hal memasak makanan; sehingga tak heran jika makanan Cina bisa dijumpai di berbagai belahan dunia. Mereka sangat fasih dalam meracik dan meramu bumbu-bumbu untuk memebuat makanan yang lezat. Dan saya bisa bilang pada anda; bahwa Capcay adalah terlalu 'biasa' untuk ukuran kebiasaan Cina dalam hal tingkat "kerumitan" masakan mereka. Terutama bagian-bagian tertentu dari Cina, misal Sichuan/Szechuan, yang memiliki masakan yang serba lezat dan kaya akan rempah-rempah (spicy).

Memang ada juga beberapa jenis makanan yang lebih sederhana dalam hal variasi bumbu-nya. Namun jika mereka meracik makanan simpel, justru benar-benar simpel, misal hanya berupa oseng sayur (satu macam sayur saja, tidak seperti capcay) yang dibumbui bawang putih, arak dan kecap asin, tok.
Capcay, Fu Yung Hai dan lain-lain seperti di atas itu, SANGAT tidak mewakili masakan Cina. Saya juga kurang mengerti, mengapa WNI keturunan Cina di Indonesia, berdasarkan pengamatan saya, jarang sekali membuat makanan Cina yang memang ada secara umum terdapat di Cina. Padahal, jika makanan semacam Sichuan Cuisine itu dijual di lokasi yang cukup umum, misal, di Jakarta; saya pribadi cukup yakin akan laku, karena, saya juga yakin, tidak "bertentangan" dengan rata-rata lidah Indonesia. Bagi saya sendiri, yang sebenarnya lidahnya tidak mudah menerima makanan baru, luar biasa lezat. Jauh bandingan kelezatannya dengan "Chinese Food" yang saya temukan di tanah air. They're mouthwatering!
Lalu darimana munculnya Capcay? dan bagaimana bisa menjadi icon makanan Cina di Indonesia? padahal di Cina sendiri nyaris tidak ada. Entahlah, mungkin ada engkong-engkong disini yang mengerti? Namun terlepas dari itu, sekarang ini "Chinese Food" (dalam tanda kutip) yang ada di banyak kota besar di Indonesia, sudah menjadi bagian tak terpisahkan, dan cukup massive keberadaannya, dari ragam kuliner tanah air. "Chinese Food" bahkan juga banyak menyebar di jongko-jongko pinggir jalan dijual barengan, misal, nasi goreng dan nasi uduk. Berdasarkan hal-hal itu, kedengarannya tidak begitu keliru jika kita menyebut "Chinese Food" Indonesia adalah makanan khas Indonesia.

Di bawah ini adalah beberapa contoh dari 'Authentic Chinese Food', yakni berasal dari Sichuan -bagian di Cina yang terkenal karena makanannya, terutama dalam hal kelimpahan rempahnya dan tentu kelezatannya.

Cabe mungkin memenuhi sekitar 40% dari masakan di atas. Silahkan makan jika ingin memanjakan lidah dan menyengsarakan perut :D

Arak, wijen/minyak wijen, kecap asin, cabe dan bawang putih, menjadi "platform" dari makanan mereka. Musti coba, enak banget!

Yumyum!

Heavenly Chilli!
Kacang yang dicampurkannya, dapat membantu mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh dari lauk pada makanan tersebut.

No comments:

Post a Comment