That Love Is All And Love Is Everyone It's Knowing

Note: KH Shohibul Faroji Al-RobbaniPertama: Islam merupakan agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sebagai rohmatal lil’alamin. Jangankan manusia seluruh alam pun mendapat rahmat dengan kedahadiran Islam. Contoh Islam melarang kita jangan buang air di lubang semut. Dan ada lagi dalam riwayat lain melarang kita menjadikan keledai sebagai kursi, maksudnya jangan biarkan gerobak atau barang terus menerus di pundak keledai karena ini sangat memberatkan baginya. Kemudian di dalam hadits yang lain Nabi Muhammad Saw bersabda “Apabila kamu hendak menyembelih maka tajamkanlah pisaunya. Agar hewan tersebut tidak tersiksa”. Dari riwayat tersebut sudah jelas bagi kita bahwa Islam datang sebagai rohmatal lil’alamin. Hewan saja mendapat rahmat dengan kedatangan Islam apalagi manusia. Jadi ini bukti pertama bahwa Islam agama cinta damai bukan mengedepankan kekerasan.

Kedua: ketika Fathul Makkah (Pembebasan kota Makkah). Tidak ada pertumpahan darah yang terjadi ketika itu. Kalau seandainya Islam lebih mengedepankan kekerasan, saya yakin kaum kafir di Makkah ketika itu akan dibunuh semuanya, karena mereka telah menyiksa kaum muslimin sebelumnya. Bayangkan ummat Islam datang dengan tentara yang kuat lagi perkasa dan kaum kafir ketika itu tidak berdaya. Namun tidak ada pertumpahan darah yang terjadi. Bahkan Nabi Muhammad Saw. Mengeluarkan mutiara kata yang indah: “Siapa yang masuk ke dalam rumah Abu Shufyan akan aman”. Sudah jelaslah bagi kita bahwa islam jauh dari sifat dendam apalagi kekerasan.

Ketiga: Allah SWT berfirman: (fa-in qotaltum faqtuluuhum) yang artinya: jika kamu diperangi maka perangilah mereka. Dalam ayat di atas menjelaskan kepada kita bahwa Islam tidak pernah memulai peperangan atau mengajak berperang. Tetapi apa bila Islam diperangi, diserang, dihancurkan maka baru diperintahkan untuk memerangi mereka. Ini namanya membela diri bukan sebuah kekerasan. Bahkan dalam pepeperanganpun ada aturan-aturan yang wajib dipatuhi ummat islam agar tidak terjadi kezhaliman. Contoh Islam melarang membunuh tawanan perang, kendaraan seperti kuda, kaum wanita, anak-anak dan rakyat sipil. Subhanallah ini menjadi bukti bagi kita bahwa Islam jauh dari kekerasan dan kezhaliman.

Keempat: Ketika Nabi Muhammad Saw. Dilempar dengan batu sehingga berlumuran darah. Kemudian Nabi istirahat di bawah pohon, datang malaikat menawarkan sesuatu dengan mengatakan, “Ya Muhammad Rasulallah, sungguh mereka telah melampaui batas. Apakah perlu saya balikkan gunung ini supaya mereka binasa semuanya?”. Subhanallah…Nabi tidak memenuhi tawaran tersebut, bahkan kata-kata indah yang keluar dari mulutnya berupa do’a: (Allahummaghfirlahum innahum la ya’lamun) yang artinya: ya Allah ampunilah mereka sesungguhnya mereka tidak mengetahui. Apakah kisah ini belum cukup sebagai bukti bahwa Islam jauh dari kekerasan. Sifat dendam pun dilarang oleh Islam apalagi kekerasan.

Kelima: Ada riwayat ketika nabi diludahi setiap kali melewati daerah itu, namun suatu hari nabi lewat di tempat itu kembali, Nabi tidak menemukan air ludah yang jatuh dari atas, kemudian Nabi bertanya-tanya ke mana orang yang biasa meludahi saya? Ternyata nabi dapat kabar orang tersebut sedang sakit. Kemudian nabi datang dengan membawa buah-buahan untuk mengunjungi orang tersebut. Dan akhirnya orang tersebut masuk Islam dengan melihat akhlak Nabi yang sangat mulia.

Subhanallah….begitu mulianya Nabi Muhammad SAW. Tidak pernah melakukan kekerasan bahkan dengan musuhnya sendiri. Masih banyak bukti-bukti lain yang tidak bisa kami paparkan di sini, mudah-mudahan lima bukti di atas sudah cukup untuk membuktikan bahwa Islam adalah agama rohmatallil’alamin, atau agama cinta damai. yang jauh dari kekerasan dan kezhaliman. Wallahu a’lam bish Shawab.

No comments:

Post a Comment